Jenis-Jenis Invoice Yang Perlu Diketahui

Invoice adalah dokumen penting yang harus ada dalam setiap transaksi perdagangan. Invoice adalah faktur, invoice memuat berbagai barang atau jasa yang dipesan oleh pembeli. Dengan kata lain, invoice dibuat oleh penjual dan ditujukan kepada pembeli. Maksud dari adanya invoice ini pun bermacam-macam. Pada alenia selanjutnya, akan sedikit saya uraikan mengenai maksud diterbitkannya invoice oleh penjual.

Tujuan pertama dari diterbitkannya invoice adalah untuk mempermudah pembukuan. Seperti saya singgung sebelumnya, isi dari invoice adalah transaksi pemesanan atau pembelian barang dan jasa. Dimana dalam transaksi tersebut tentu juga memuat harga dari tiap barang yang dibeli. Hal ini akan memudahkan admin atau bagian keuangan untuk menuliskan pembukuan secara rapi. Jika pembukuan dituliskan secara rapi, tentu akan baik untuk perusahaan. Salah satu manfaatnya adalah mempermudah dalam membuat berbagai perencanaan keuangan di masa mendatang. Hal ini cukup beralasan, sebab keuangan merupakan salah satu divisi yang sangat vital di suatu perusahaan. Tanpa manajemen keuangan yang baik, performa perusahaan akan terganggu.

Sumber: https://www.pymnts.com/news/b2b-payments/2018/uk-finance-invoice-fraud-business-scams/

Maksud dan tujuan selanjutnya dari pembuatan invoice adalah sebagai dasar pengenaan pajak. Sebagai warga negara yang baik, tentu kita harus membayar pajak, terlebih kalau memiliki suatu usaha. Dengan membayar pajak, kita akan turut andil dalam pembangunan negara. Salah satu dasar pengenaan pajak perusahaan adalah berdasarkan omset. Omset sendiri dapat diketahui dari adanya invoice pembelian yang terjadi dalam perusahaan.

Sumber: https://www.pymnts.com/news/b2b-payments/2017/cardconnect-billtrust-partnership-invoice-pay-supplier-card-security-management/

Manfaat lain dari invoice adalah sebagai rujukan dalam pengiriman barang. Ketika terjadi pembelian barang dalam jumlah banyak, tentu membutuhkan jasa pengiriman barang agar berbagai pesanan tersebut bisa sampai kepada pelanggan dengan baik. Dalam hal ini, invoice sangat berguna untuk menjadi acuan. Sebab di dalam invoice, selain memuat berbagai barang dan jasa yang dipilih beserta harganya, terdapat pula alamat pembeli.

Setelah menyinggung beberapa fungsi dari invoice tersebut, sekarang waktunya untuk mengetahui jenis-jenis invoice. Apakah invoice yang digunakan untuk pembukuan akan berbeda dengan invoice untuk pajak? Ataukah invoice yang dipakai untuk acuan pengiriman barang akan berbeda dengan invoice yang digunakan untuk pembukuan?

Jenis-jenis invoice adalah

  1. Invoice biasa
    Invoice biasa merupakan berkas yang berisi tagihan kepada pembeli yang paling umum ditemui. Kenapa dikatakan paling umum? Karena bentuknya yang sederhana, hanya memuat transaksi mengenai nama barang serta harga jualnya saja.
  2. Invoice Proforma
    Invoice jenis ini sering disebut sebagai invoice yang sifatnya belum tetap atau bisa dikatakan sementara. Dikatakan demikian karena penerbitan invoice ini dilakukan manakala produk yang dipesan belum sepenuhnya selesai. Sehingga invoice proforma ini diberikan secara bertahap. Gunanya sebagai bukti kalau beberapa produk sudah dikirimkan.
  3. Invoice konsuler
    Invoice ini merupakan invoice yang paling istimewa. Invoice konsuler ini sering digunakan untuk transaksi-transaksi besar, bahkan skalanya sudah antar negara. Karena skalanya antar negara, invoice jenis ini biasanya dipakai untuk perdagangan ekspor impor. Berbeda dengan dua jenis invoice sebelumnya, invoice jenis ini memiliki syarat khusus dalam penerbitannya. Dalam hal ini, diantara syarat diterbitkannya invoice adalah harus ada persetujuan tertulis dari atase perdagangan dari negara yang melakukan transaksi.

Kesimpulan

Demikianlah beberapa jenis invoice yang berguna dalam transaksi perdagangan. Setidaknya ada 3 jenis invoice yang perlu diketahui. Masing-masing invoice memiliki fungsi tersendiri, mulai dari invoice yang bentuknya sederhana, invoice yang sifatnya sementara hingga invoice yang sifatnya eksklusif, karena menyangkut hubungan perdagangan antar negara, dimana memerlukan izin terlebih dulu dari atase perdagangan.

Leave a Comment